NABIRE, SAPAPAPTENG.COM — Ketersediaan air bersih menjadi perhatian di tengah kondisi kemarau dan ancaman El Niño yang mulai berdampak di sejumlah wilayah Papua Tengah. Pemerintah daerah dan dunia usaha didorong memperkuat langkah antisipasi agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah, Alexander Gobay, mendorong pemerintah memperkuat sistem penyediaan dan distribusi air bersih, terutama di wilayah yang mulai mengalami penurunan pasokan.
Menurutnya, kondisi kekeringan berpotensi meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air apabila tidak diantisipasi sejak awal. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kapasitas produksi, distribusi, hingga cadangan air dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.
Nabire Mulai Rasakan Tekanan Pasokan Air
Nabire menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam menghadapi kondisi tersebut. Penurunan pasokan air mulai dirasakan masyarakat sehingga distribusi air bersih menjadi salah satu langkah yang perlu diperkuat.
Dalam kondisi seperti ini, distribusi menggunakan armada tangki maupun penyediaan titik-titik air darurat dinilai penting untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air.
KADIN Papua Tengah juga mendorong adanya pemetaan wilayah yang mengalami penurunan pasokan sehingga bantuan dan distribusi air dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Dunia Usaha Diminta Ikut Bergerak
Alexander mengatakan penanganan persoalan air bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dunia usaha juga memiliki peran penting karena memiliki jaringan distribusi, kendaraan, sumber daya manusia, serta kemampuan logistik yang dapat dimanfaatkan ketika terjadi kondisi darurat.
KADIN Papua Tengah mendorong keterlibatan distributor air, depot air minum, koperasi, UMKM, asosiasi pengusaha, hingga perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Papua Tengah.
Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui dukungan armada, distribusi, penyediaan tempat penyimpanan maupun dukungan logistik lainnya.
Menurut KADIN, keterlibatan dunia usaha diperlukan agar pemerintah memiliki lebih banyak pilihan ketika pasokan air masyarakat mengalami gangguan.
Harga Air Diminta Tetap Terjangkau
Selain persoalan ketersediaan, KADIN Papua Tengah juga mengingatkan pentingnya menjaga harga air bersih agar tetap normal dan terjangkau.
Kondisi kekeringan tidak seharusnya menjadi alasan bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga secara sepihak. Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap dapat diakses, khususnya oleh kelompok masyarakat yang paling terdampak.
Karena itu, pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat membangun mekanisme bersama untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, biaya distribusi dan kemampuan masyarakat membeli air.
Perlu Sistem Distribusi Darurat
Menghadapi potensi kondisi yang semakin berat, pemerintah daerah dinilai perlu menyiapkan sistem distribusi air bersih yang dapat segera diaktifkan ketika wilayah tertentu mulai mengalami kekurangan.
Langkah tersebut dapat dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan, penyediaan armada tangki, penentuan titik distribusi sementara, serta penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai lokasi dan jadwal distribusi.
KADIN juga mendorong keterbukaan informasi sehingga masyarakat mengetahui ke mana harus mendapatkan bantuan ketika pasokan air di wilayah tempat tinggal mereka mengalami gangguan.
Pemerintah dan Dunia Usaha Perlu Bergerak Bersama
Ancaman El Niño tidak hanya berpotensi memengaruhi ketersediaan air, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi dan kondisi lingkungan.
Karena itu, KADIN Papua Tengah menilai langkah antisipasi perlu dilakukan sebelum persoalan berkembang menjadi krisis yang lebih besar.
Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Perumda Air Minum, BPBD, dunia usaha dan masyarakat perlu membangun koordinasi yang lebih kuat untuk memastikan kebutuhan air bersih tetap tersedia.
Bagi Nabire sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan di Papua Tengah, kesiapan sistem distribusi air menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi kemarau yang berkepanjangan.
Dengan koordinasi yang dilakukan sejak awal, potensi kelangkaan air dan dampak sosial akibat kekurangan air diharapkan dapat ditekan.
SAPAPAPTENG.COM — Dari Nabire, menyuarakan Papua Tengah.


